Meningkatnya Permintaan Sterilisasi dari Pria di bawah 30 tahun

Artikel ini terakhir diperbarui pada April 11, 2024

Meningkatnya Permintaan Sterilisasi dari Pria di bawah 30 tahun

Sterilization Demand

Lonjakan Permintaan Sterilisasi yang Tak Terduga

Klinik urologi di Belanda mengalami lonjakan permintaan sterilisasi yang tidak terduga dari pria berusia di bawah 30 tahun – sebuah tren yang dengan cepat menghilangkan prasangka dari kelompok usia umum yang melakukan proses tersebut. Biasanya, mayoritas pria yang menemui ahli urologi untuk prosedur ini berusia antara 35 hingga 40 tahun. Namun, semakin banyak pria muda, di bawah 30 tahun, yang menyuarakan keinginan mereka untuk mengalami kemandulan permanen.

Motivasi di balik Rising Tide

Alasan orang-orang ini memilih sterilisasi mempunyai perbedaan yang signifikan. Sebagian besar kelompok telah memenuhi keinginan mereka untuk menjadi ayah, dan memilih metode ini sebagai cara untuk meringankan pasangan mereka dari beban kontrasepsi hormonal. Berkat sterilisasi, istri atau pasangan mereka dapat menghindari penggunaan pil atau IUD. Motivasi-motivasi baru yang muncul juga muncul belakangan ini. Salah satu alasan utama di antara hal ini adalah kelompok remaja putra yang terabaikan dan tidak memiliki keinginan untuk membesarkan anak. Alasan mereka berkisar pada kepedulian mereka terhadap lingkungan dan kondisi iklim yang ada. Sejumlah besar orang menyatakan keengganan untuk membawa lebih banyak kehidupan ke dunia yang dilanda masalah iklim yang parah.

Skenario Kasus: Muda Pria Memilih Kemandulan

Melianthe Nicolai, seorang Ahli Urologi yang melakukan sekitar 500 sterilisasi setiap tahunnya, membenarkan adanya tren yang berkembang di kalangan pria muda yang menolak menjadi ayah. Dia menyoroti contoh-contoh dari kliniknya, seperti seorang ahli biologi muda berusia 29 tahun, yang sangat khawatir akan memburuknya kondisi lingkungan dan menolak menambah jumlah manusia ke planet ini. Motivasi lain yang dilihat Nicolai adalah karena faktor genetik. Beberapa pria muda tertentu menolak mewariskan gen karena penyakit bawaan atau kondisi mental.

Perspektif Remaja Putra tentang Sterilisasi

Daan, 27 tahun, adalah salah satu kasus yang memilih sterilisasi karena kondisi mentalnya. Ia percaya bahwa seorang anak harus memiliki lingkungan yang stabil, aman, dan menyenangkan. Mengingat kesehatan mentalnya, dia tidak yakin menyediakan lingkungan seperti itu untuk seorang anak selama 18 tahun. Isu global lainnya dan efek samping kontrasepsi hormonal pada pasangannya juga mempengaruhi keputusannya. Ia menyatakan, “Dunia sedang menghadapi masalah besar termasuk krisis iklim dan peperangan. Saya dapat memikirkan ratusan alasan mengapa saya tidak ingin membesarkan anak di dunia ini.”

Sterilisasi di Bawah 30 Tahun: Tugas Berat

Pria yang menginginkan sterilisasi dapat menghubungi dokter umum, rumah sakit, atau klinik spesialis. Usia untuk mempertimbangkan kemandulan diserahkan kepada masing-masing dokter yang sering mempertimbangkan faktor risiko saat mengambil keputusan. Pria di bawah 30 tahun sering dipandang skeptis karena kemungkinan mereka menyesali keputusan mereka lebih besar. Akibatnya, ahli urologi seringkali enggan melakukan sterilisasi pada individu muda. Keengganan ini dialami langsung oleh Daan. Usianya membuat sulitnya menemukan dokter yang bersedia melakukan proses tersebut. Setelah menghubungi hampir delapan rumah sakit, akhirnya ia menemukan dokter yang bersedia melakukan sterilisasi melalui dokter umum. Penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan menyesali sterilisasi cukup rendah, dengan sekitar 2 hingga 6 persen pria berubah pikiran setelah proses tersebut. Namun, tingkat penyesalan lebih tinggi di kalangan pria yang memilihnya pada usia dini. Sekitar 11 persen pria di bawah 25 tahun menyesali keputusan mereka di kemudian hari.

Prosedur Sterilisasi Dijelaskan

Selama sterilisasi pria, dokter mengangkat sebagian dari dua vas deferens dan menutup ujungnya melalui pembakaran atau penjahitan. Akibatnya, air mani tidak lagi menyatu dengan cairan mani sehingga membuat pria menjadi mandul. Prosesnya dapat dilakukan di klinik spesialis, rumah sakit, atau oleh dokter umum. Penting untuk diperhatikan bahwa prosedur ini tidak termasuk dalam cakupan asuransi standar, artinya mereka yang memilih sterilisasi biasanya menanggung biayanya atau mencari asuransi tambahan.

Kesimpulan

Meningkatnya permintaan sterilisasi di kalangan pria muda jelas merupakan tren baru yang mengejutkan banyak praktisi medis. Laporan ini menyoroti isu-isu mendasar dalam masyarakat dan keyakinan pribadi yang memengaruhi keputusan penting tersebut. Tren ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya remaja putra di bawah usia 30 tahun yang secara sadar memutuskan untuk tidak menjadi ayah karena berbagai alasan. Sudah waktunya bagi komunitas medis untuk mulai menangani kebutuhan demografi ini secara lebih luas.

Permintaan Sterilisasi

Bagikan dengan teman

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*